Kamis, 14 April 2011

Soekarno dan Soeharto dalam Simbol Tugu Monas


Di Jalan Silang Monas (Monumen Nasional), atau Jl. Medan Merdeka, Jakarta Pusat, banyak gedung dan monument yang memiliki makna simbolis dan historis yang cukup tinggi. Dalam diamnya, benda-benda bersejarah itu berbicara, namun perlu penggalian sejarah dan makna yang dimunculkan dalam benda-benda tersebut.

Monas

Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas atau Tugu Monas adalah monumen peringatan setinggi 132 meter (433 kaki) yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Pembangunan monumen ini dimulai pada tanggal 17 Agustus 1961 di bawah perintah presiden Sukarno, dan dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975. Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala.

Macapat

Dengan makna simbolik Monas yang merujuk pada bangunan suci umat Hindu, Monas adalah refresentasi dari umat Hindu. Sedangkan bangunan yang ada di sekitarnya seperti Istana Merdeka, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral dan pasar Gambir, dapat lah ditarik suatu kesimpulan bahwa di sekitar Jalan Silang Monas, Soekarno ingin membentuk suatu system Macapat, suatu sistem tatacara bangunan peradaban yang didasarkan pada jumlah empat dan pusat pemerintahan berada ditengah-tengah wilayah yang dikuasainya. Pada pusat pemerintahan terdapat suatu alun-alun (Lapangan Merdeka), keraton (istana Merdeka), kuil (Tugu Monas, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral), dan pasar (pasar Gambir). Susunan ini masih bisa ditemukan dikota-kota, seperti Jogja, Solo dan kota lain di Indonesia.

Selain itu pembangunan Masjid Istiqlal oleh Soekarno berada dekat dengan Gereja Kadral, juga dimaksudkan mewujudkan secara simbolik bangunan, bahwa Indonesia menerapkan semboyan Negaranya, Bhineka Tunggal Ika, Berbeda-beda tetapi satu jua, saling menghormati, dan menunjukkan kerukunan beragama.

sumber

0 komentar:

Posting Komentar